Jago nya Produk lokal go Internasional
Background Image

Pentingnya pemilihan lokasi usaha: fakta atau faktor X?

Oleh: Sri Palupi

Dalam berbisnis, lokasi usaha merupakan faktor kunci yang utama. Pun di era digital seperti saat ini karena tidak semua jenis produk atau jasa dapat dijual secara efektif melalui media internet. Banyak contoh yang kita jumpai, menjual soto di tengah sawah, di jalan pintas antar kecamatan, yang jauh dari pemukiman, namun pengunjung antri untuk menikmati. Apa benar rasa dan kualitas soto tersebut sangat luar biasa? jangan-jangan karena factor X,Y atau Z ? atau justru karena lokasi yang unik? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi usaha (penjualan atau produksi) :

IMG_0277

  1. Dekat dengan konsumen vs pemasok vs tenaga kerja

Anda harus mengenal sifat dari produk Anda sendiri. Apakah produk/jasa kita lebih sesuai dekat dengan konsumen?pemasok?atau tenaga kerja

Suatu contoh : toko mainan anak tidak harus ada di mall tapi juga bisa memilih tempat di dekat sekolah TK dan SD. Toko kerajinan kulit tidak harus ditengah kota namun bisa juga di dekat area pemasok bahan kulit sekaligus konsumen dapat menyaksikan produk dari awal pengolahan hingga finishing, Produsen batik dan bordir biasanya memilih lokasi produksi sekaligus penjualan yang dekat dengan tenaga kerjanya.

  1. Lokasi yang strategis.

Hal ini dapat diukur dari dari sisi mudah dijangkau, mudah terlihat, kenyamanan untuk pengunjung, lalu lintas, akses jalan, dan yang tidak kalah penting adalah akses parkir. Ada juga yang tidak mempertimbangkan akses parkir karena konsumennya adalah pejalan kaki. Jadi kembali lagi sangat tergantung sifat dari produk dan jasa. Jika produk Anda dijual dengan harga yang relatif mahal, dan konsumen Anda adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas yang biasanya mengendarai mobil maka lahan parkir yang nyaman adalah faktor yang sangat sangat penting. Sekarang, eranya ojek modern, lokasi yang mudah dijangkau mungkin bisa jadi tidak penting lagi karena produk kita dapat dimudahkan pengantarannya dengan menggunakan delivery system, khusus untuk beberapa jenis usaha seperti makanan, salon, cuci mobil, laundry dan jasa-jasa lainnya.

  1. Monopoli area vs berbagi area

Anda memilih dekat dengan pesaing atau usaha sejenis? Atau di area yang hanya produk Anda menjadi satu-satunya? Pertimbangkan dengan seksama sesuai sifat dan kebutuhan produk/jasa Anda. Makin baik suatu lokasi usaha, makin banyak competitor yang ada di area tersebut (Greg Kahn, CEO of Kahn Research Group). Misal untuk produk yang retail, seperti elektronik, HP, pakaian massal, aksesoris mobil dll justru memilih berbagi area karena competitor dapat juga menjadi pemasok dan konsumennya. Namun, tidak semua usaha dapat mengikuti teori ini, faktor kelangkaan juga sering menjadi pemicu keberhasilan usaha. Namun lokasi harus memiliki keunggulan lainnya misalnya dekat dengan pemasok atau tenaga kerja khusus. Mengapa deretan café ikan bakar jimbaran Bali hampir semua ramai pengunjung dan bebek tengah sawah yang jaraknya 20 an KM dari pusat kota juga ramai pengunjung? Karena mereka sama-sama punya alasan dan tujuan yang berbeda.

  1. Faktor legalitas

Hindari memlihi area usaha yang tidak memiliki izin lokasi usaha. Meskipun area tersebut sangat strategis dilalui banyak orang namun jika tanah tersebut bukan untuk berjualan maka jangan membunuh usaha Anda sendiri. Di Indonesia , kita masih sangat bersyukur karena dapat bebas membuka usaha dimanapun asal legal, belum ada peraturan tentang cluster lokasi usaha seperti di Negara-negara maju.

  1. Biaya sewa

Faktor biaya menjadi sangat penting karena berpengaruh terhadap biaya tetap dan capaian profit Anda. Naiknya harga sewa di pusat-pusat perbelanjaan menjadikan banyak pemilik usaha harus berfikir keras dalam menentukan lokasi usahanya. Biaya sewa yang relatif murah lebih menarik kebanyakan pemilik usaha sampai-sampai melupakan faktor lainnya. Namun usaha yang sudah mapan justru mencari lokasi dengan biaya sewa yang sangat tinggi. Seperti contoh kedai-kedai kopi, bakery shop, high end fashion dll. Mereka mencari lokasi kelas 1 yang memiliki prestise dan lalu lintas padat. So, lokasi juga mencerminkan prestise produk dan menciptakan persepsi.

  1. Sifat dari lingkungan sekitar.

Faktor kekhasan lingkungan sekitar seperti di tengah sawah vs pusat keramaian, pesisir atau pegunungan, pemukiman atau perkantoran, pusat pendidikan atau pusat perdagangan, semua tergantung kebutuhan dan sifat produk Anda. Jika Anda seorang pemilik usaha di bidang butik maka dekat dengan perkantoran, pusat perdagangan, lebih sesuai. Jika Anda seorang pemilik usaha distro, maka dekat dengan kampus atau sekolah adalah pilihan yang lebih sesuai. Sama-sama jenis usaha fashion namun pertimbangan bisa jadi berbeda jauh.

 Maka pertanyaan tentang bagaimana bisa warung soto di tengah sawah yang ramai pengunjung dari pengendara motor hingga mobil-mobil mewah tadi bisa terjadi? Apakah karena factor X atau faktor yang dapat dijelaskan secara nalar?

Jika dilihat dari penjelasan di atas dapat dianalisa bahwa pemilik warung mempertimbangkan faktor lokasi dekat dengan konsumen, monopoli area, lalu lintas, akses parkir, biaya sewa yang murah, dan sifat dari lingkungan sekitar yang justru karena tidak mudah dijangkau (bagi orang yang tidak menggunakan jalan tersebut) dapat memberikan pengalaman yang unik untuk pengunjungnya.

Lalu apakah bisa membuka usaha di rumah tempat tinggal kita sendiri??

Mengapa tidak?

Di era digital seperti saat ini, kita dapat menggunakan tempat tinggal kita sebagai counter dan untuk menjual kita bisa gunakan social media dan portal-portal dagang yang banyak bermuculan. Selain menghemat biaya juga kita dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Seperti prinsip yang diinisiasi CEO Alibaba.com, Jack Ma; jual produkmu ke orang yang tidak mengenalmu, yang tinggal jauh dari rumahmu karena mereka lebih menghargai produkmu. Namun tidak semua dapat dilakukan melalui internet, lokasi usaha real masih digunakan untuk banyak jenis bisnis.

Jangan remehkan pemilihan lokasi usaha karena berdampak langsung pada biaya , harga produk/jasa, prestise/kesan, dan yang terpenting keuntungan yang akan dicapai.

Jadi masih mengira ada factor X?? ya pasti ada karena factor X adalah bagaimana Anda mengenal dan memperlakukan produk Anda sediri. Ciptakan produk dan jual dengan cara dan di lokasi yang pas!

 

Regards

Sri Palupi Prabandari

Dosen Jurusan Manajemen (FEB UB)

 

admin

bikinwebsiteonline@gmail.com

No Comments

Post a Comment

You dont have permission to register

Password reset link will be sent to your email