Jago nya Produk lokal go Internasional
Background Image

[Camping] Green Bay

Pantai Teluk Hijau – Banyuwangi  tak hanya memiliki Pantai Plengkung yang indah, tapi juga Teluk Hijau. Teluk Hijau atau juga sering disebut Green Bay, semula namanya kurang populer, mengingat letaknya yang cukup tersembunyi dan dibutuhkan perjuangan ekstra berat untuk mencapainya. Tetapi berkat pesonanya yang luar biasa, teluk yang memiliki daya tarik berupa airnya yang kehijauan, pasir putihnya nan lembut, air terjun setinggi 8 meter serta pemandangan karang yang indah ini, tidak mematahkan semangat traveler untuk menjelajahi dan justru menjadi tantangan tersendiri untuk mencapainya. Tak heran jika saat ini Teluk Hijau menjadi salah satu tujuan wisata populer di Banyuwangi.

Sesuai dengan namanya, teluk ini berwarna hijau jika dilihat dari jauh. Ini berbeda dengan kebanyakan teluk atau laut yang biasanya berwarna biru. Warna hijau tersebut karena di dasar perairan dangkalnya terdapat alga yang memantulkan warna hijau di permukaan perairannya. Teluk Hijau terletak di Kabupaten Banyuwangi, bagian selatan Pesanggrahan, Desa Sarongan. Wilayahnya termasuk dalam Taman Nasional Meru Betiri. Inilah surga yang tersembunyi di Banyuwangi. Pantai yang masih tersembunyi dan sepi ini memiliki hamparan pasir putih yang menawan. Pasirnya begitu halus, sehingga mudah melekat di kulit. Perpaduan antara pasir putih, air laut yang jernih berwarna kehijauan dan suasana yang asri akan membuat siapapun yang melihatnya merasa kagum.

Kebanyakan wisatawan mengunjungi Taman Nasional Meru Betiri dan Sukamade sebagai tujuan utama. Sebelum sampai di dua tempat tersebut, kita akan melewati Teluk Hijau. Sehingga Teluk Hijau hanya menjadi tempat persinggahan. Pengunjung hanya berhenti sejenak dan melihat Teluk Hijau yang eksotis dari kejauhan di atas bukit. Namun surga Teluk Hijau yang sebenarnya berada di pantainya.

Untuk mencapai Teluk Hijau memang membutuhkan perjuangan yang menantang adrenalin. Melalui jalan setapak yang curam dan berbatu, pengunjung harus menuruni bukit dan menembus hutan dengan pepohonan yang besar-besar. Setelah melewati medan yang cukup menguras stamina, Anda akan sampai di daerah yang terbuka.

Terdengar deburan ombak besar menghantam karang. Suaranya tidak seperti suara ombak, tapi bergemuruh seperti suara batu-batu yang berjatuhan. Dihadapan Anda terbentang pantai, tapi jangan terkecoh, ini bukan Teluk Hijau. Pantai yang Anda lihat dipenuhi hamparan bebatuan bulat yang tediri berbagai ukuran besar-kecil yang tersusun rapi di sepanjang garis pantainya. Hampir tidak nampak pasir layaknya pantai pada umumnya. Inilah Pantai Batu. Konon dulunya pantai ini berpasir, tapi sejak terkena tsunami di tahun 1994, mendadak dipenuhi banyak batu yang diperkirakan berasal dari dasar laut.

Seperti namanya, Pantai Batu, pesisir pantai ini tertutup oleh batu-batu sungai yang berukuran kecil dan besar, nyaris tidak tampak pasir di pantai ini.

Dari pantai Batu, lokasi Teluk Hijau semakin dekat. Karena letaknya memang bersebelahan. Tapi bagi yang pertama kali datang ke sini, mungkin akan sedikit kesulitan menemukan jalan akses ke Teluk Hijau, bahkan bisa saja bingung dan putus asa. Tidak heran karena letaknya memang agak tersembunyi di balik bukit karang kecil di sisi barat Pantai Batu. Padahal jaraknya tinggal 300 m lagi.

Mungkin Anda akan berteriak woow atau berdecak kagum saat berdiri di depan pantai Teluk Hijau yang membentang di hadapan Anda. Segala kelelahan pun terbayarkan. Mendadak suasana hati pun terbawa puiti.

Tidaklah terlebihan jika pujian dan kekaguman disematkan untuk pesona keindahan alami pantai Teluk Hijau. Pantai yang cantik ini berpasir putih dan airnya yang sangat jernih berwarna hijau kebiru-biruan. Pasirnya begitu halus, sehingga mudah melekat di kulit. Perpaduan antara pasir putih, air laut yang jernih berwarna kehijauan, ombak yang tenang dan suasana yang asri akan membuat siapapun yang melihatnya merasa kagum. Sejauh mata memandang Anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah nan mempesona.

Di sini kita bisa berenang atau sekedar bermain air di pantainya. Tidak jauh dari pantai terdapat bukit  kecil. Di satu sisinya ada bebatuan berwarna kuning kecoklatan. Di sisi timur sekitar 20 meter dari pantai kita akan menjumpai air terjun dengan debit air yang sedang. Benar-benar unik bukan? Selama musim hujan volume air akan lebih cepat dan indah. Jadi meskipun jauh dari pemukiman, anda tidak perlu susah susah mendapatkan air bersih untuk membilas badan selepas berenang di pantai.

Keberadaan air terjun setinggi 8 meter ini ternyata mempunyai kisah mistis yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Konon, air terjun dengan dinding batunya yang menjulang tinggi ini adalah tempat mandi para bidadari. Menurut cerita masyarakat Rajegwesi, setiap musim hujan akan terlihat pelangi indah yang menggantung diatas perairan teluk Rajegwesi. Fenomena pelangi ini akan berlangsung hingga beberapa hari sebelum akhirnya hilang secara perlahan. Sejumlah warga yang penasaran mencoba mencari hulu dari pelangi yang membentang dari arah barat ke timur tersebut.

Percaya atau tidak, namun banyak warga yang mengatakan jika hulu pelangi yang sering nampak di perairan teluk Rajegwesi dan sekitarnya bermula dari air terjun Teluk Hijau. Sayangnya tidak satu pun warga yang saat itu mengabadikan fenomena hulu pelangi yang selalu membuat penasaran bagi yang melihat pelangi di langit.

Dari penglihatan mata orang yang memiliki kemampuan spiritual, di air terjun tersebut kerap terlihat sosok perempuan cantik yang sedang mandi di saat pelangi muncul. Perempuan dengan pakaian khasnya itu memiliki rambut hitam yang panjang dan terurai terbawa aliran air yang jatuh dari hulu air terjun.

Untuk yang suka kemping, di lokasi ini juga cukup bagus untuk mendirikan tenda. Yang perlu diperhatikan jika kemping di Teluk Hijau adalah kondisi pasang surut air laut. JIka kondisi air pasang, maka ombak bisa menjamah seluruh permukaan pantai. Karena itu tenda sebaiknya didirikan di daerah semak/perdu agar aman dari jangkauan ombak ketika air laut pasang. Jadi jangan membangun tenda di tepi pantai.

Informasi terbaru menyebutkan, pada dasarnya status Teluk Hijau adalah kawasan wisata terbatas sehingga pengunjung dilarang mendirikan tenda untuk bermalam di tempat tersebut. Selain itu ada pertimbangan faktor keamanan, mengingat kawasan tersebut adalah habitat hewan liar seperti rusa dan macan tutul. Namun bagi pecinta alam yang berminat untuk camping di sekitar Teluk Hijau, sebaiknya melapor dan meminta ijin pada petugas Taman Nasional Meru Betiri.
Satu hal lagi, di kawasan ini tumbuh bunga yang termasuk langka, bunga Raflesia. Bunga Raflesia ini menjadi perhatian tersendiri bagi dinas kehutanan di daerah tersebut. Karena selain menjadi objek pariwisata, bunga ini pun dilindungi.

 

Sumber

http://www.banyuwangibagus.com/2013/08/pantai-teluk-hijau-surga-yang.html

https://olipeoile.wordpress.com/2014/12/05/sekarang-backpackeran-green-bay-teluk-hijau-banyuwangi-makin-mudah/

http://blog.reservasi.com/teluk-hijau-sarongan-pesanggaran-banyuwangi-jawa-timur/

http://wongkentir.blogdetik.com/2014/01/15/teluk-hijau-yang-menakjubkan

 

admin

bikinwebsiteonline@gmail.com

No Comments

Post a Comment

You dont have permission to register

Password reset link will be sent to your email