Jago nya Produk lokal go Internasional
Background Image

[Desa Wisata] Kampung Kemasan

Kampung Kemasan di Gresik, Jawa Timur

Kampung kemasan merupakan daerah wisata sejarah yang berada di Jl. Nyai Ageng Arem-arem Gg III dengan panjang lahan +/- 200 meter dan tepatnya tidak jauh dari alun-alun Kota Gresik. Penamaan kampung Kemasan berawal pada tahun 1853 terdapat rumah seorang turunan Tiongkok yang bernama Bak Liong di tepian sungai yang menghubungkan desa Telogo Dendo, Bak Liong ini mempunyai keterampilan dalam membuat kerajinan dari bahan emas. Karena keahliannya ia menjadi terkenal dan banyal penduduk yang datang untuk membuat atau memperbaiki perhiasannya. Sehingga kawasan itu dinamakan Kampung Kemasan (tukang emas).

Namun, yang menjadi terkenal sampai saat ini di Kampung Kemasan bukanlah kerajinan dari bahan emas melainkan sebuah bangunan rumah-rumah megah yang saling berhadapan. Yang menjadi daya tarik terhadap rumah rumah tersebut adalah karena arsitekturnya yang unik.

Rumah-rumah tersebut merupakan milik keluarga turunan H. Oemar bin Ahmad. Pada tahun 1855, H. Oemar bin Ahmad yang dikenal sebagai pedagang kulit dan penjual liur walet karena beliau memilliki penangkaran burung walet. Pada saat beliau hidup hanya terdapat 2 rumah saja di Kampung Kemasan. Namun, setelah usaha tersebut dialihkan kepada anak dan cucunya yang berhasil sukses dalam melanjutkan usaha perdagangan kulit dengan mendirikan pabrik penyemaian di Desa Kebungson Gresik dan penjualan liur walet sampai Surabaya, Sidoarjo, Lamongan tetapi sudah berhubungan dengan 22 Kabupaten di Pulau Jawa. Diantaranya Batavia, Semarang, Solo, Panarukan dan lain-lainnya. Rumah dengan 2 lantai ini memiliki 2 fungsi yang berbeda yakni, lantai pertama digunakan sebagai hunian keluarga, sedangkan lantai kedua untuk penangkaran burung walet. Sehingga keberhasilan ini menambahkan jumlah rumah di Kampung Kemasan hingga saat ini menjadi 23 bangunan yang berderet saling berhadapan.

Ini yang mendorong dan menjadikan cikal bakal Kota Gresik menjadi kota dagang yang berhasil karena para pengusaha pribuminya yang mampu bertahan dalam menghadapi tekanan dari kolonial belanda dan dapat bersaing dengan pada pedagang dari Cina dan Arab pada saat itu.

Rumah-rumah tersebut merupakan akulturasi dari budaya Belanda dan Cina. Unsur budaya Belanda terlihat pada bentuk, ruang, konstruksi, elemen, dan ornamennya yang mengadopsi gaya arsitektur Indische Empire Style yakni, kontruksi dindingnya menggunakan batu bata yang tebal dan bangunannya memiliki langit-langit yang tinggi, lantainya terbuat dari marmer. Ciri khas dari arsitek ini adalah terdapat ruang tengah atau utama (Central Room) yang luas dan memiliki akses keseluruh ruangan.

Sedangkan unsur arsitektur Cina terlihat pada aspek non-fisiknya yaitu dari makna simboliknya. Hal ini terdapat pada penggunaan warna merah pada dinding rumah, dekorasi interior dan pilar-pilar rumah. Dimana itu mengartikan warna merah merupakan warna dari api dan darah yang dihubungkan dengan kemakmuran, keberuntungan, kebajikan, dan kebenaran. Prinsip yang dari matahari, kebahagiaan, dan selatan sering dihubungkan dengan warna merah.

Keunikan pada Kampung Kemasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Gresik karena walaupun arstitekturnya mengadopsi Belanda dan Cina namun suasana di lingkungan Kampung Kemasan terkesan sangat islami karena keluarga H. Oemar merupakan beragama Islam dan ditambah di sekitar kawasan Kampung Kemasan terdapat sebuah Makam Nyai Ageng Pinatih, yang dikenal sebagai ibu asuh Sunan Giri (salah satu Walisongo yang berasal dari Gresik).  Maka hal ini menjadi salah satu ikon kemajuan Kabupaten Gresik. Dimana saat ini terdapat 16 bangunan di Kampung Kemasan yang dikategorikan sebagai cagar budaya dari 23 bangunan yang ada.

Sumber

Zainoeddin, oemar (2013). Sejarah Kampoeng Kemasan, (online). (http://pakdhenoot.blogspot.com/2013/05/v-behaviorurldefaultvmlo_13.html,  diakses 25 Oktober 2017).

Redaksi, (2009). Imaji Indah Kampung Kemasan, (online). (http://www.eastjavatraveler.com/imaji-indah-kampung-kemasan/  diakses 26 Oktober 2017).

 

admin

bikinwebsiteonline@gmail.com

No Comments

Post a Comment

You dont have permission to register

Password reset link will be sent to your email